Antivirus Android sebenarnya bukan app wajib terpasang, terlebih Android 4.2 yang dilengkapi berbagai kemanan termasuk Google Play sudah memeriksa semua app didalamnya.
Tak perlu heran, banyaknya app Android kini semakin meningkat dan menimbulkan keraguan bagi pengguna smartphone. Terlebih mereka yang awam sudah dibayang-bayangi rasa takut akan ancaman app asing, tapi mereka tetap menggunakannya karena alasan kebutuhan.
Tanpa Antivirus Android, Ponsel Anda Aman!
Sebenarnya ada cara yang sangat simpel dan tidak merepotkan, bagaimana cara melindungi Android dari serangan virus dan Malware. Sedari dulu, Google sudah memikirkan dengan cermat agar pengguna aman dari bahaya tanpa harus menginstall Antivirus Android. Lalu, kenapa kita selalu meributkan masalah antivirus Android tak terpasang? Ini semua karena Anda terbiasa menggunakan Windows dimana antivirus mendominasi sistem operasi.
Google telah mempersiapkan Android dengan beberapa fitur Built-in Antivirus, fitur ini sudah terintegrasi dengan Google Play dimana semua app yang masuk kedalamnya sudah diamankan terlebih dahulu. Adapun app yang diduga memiliki kerentanan tinggi, Google Play biasanya menutup (tidak merekomendasikan) atau setidaknya menenggelamkan app tersebut.
Bouncer, fitur Google ini secara otomatis memindai aplikasi yang ada di Google Play termasuk virus, trojan dan malware. Selain itu, Google Play juga bisa meng-uninstall app yang diduga berbahaya, tentunya jika kita rajin meng-update aplikasi dan selalu terhubung ke internet, jaminan keamanan Android pada dasarnya sudah ada.
Dan bagi pengguna Android 4.2 kemanan ponsel mereka semakin meningkat, OS ini memblokir SMS premium rate (seperti pengiriman konten tanpa sepengetahuan pemilik). Selan itu, Android 4.2 juga dilengkapi sistem Sanboxing yang membatasi ruang lingkup Malware Android dan mengajukan izin kepada pengguna untuk instalasi selanjutnya.
Setelah melihat kelebihan Android (terlebih Android 4.2), masihkah kita membutuhkan app Antivirus Android? Pertanyaan ini sangat berguna ketika Anda lebih sering menginstall app diluar Google Play, app ini sudah pasti meragukan. Sejatinya Google telah merekomendasikan semua developer untuk memasukkan app mereka ke Google Play sekalipun hanya untuk digunakan kalangan tertentu atau wilayah terbatas.
Jadi, perlindungan Antivirus Android bukan terletak pada ponselnya melainkan lebih terjamin pada Google Play. Dibeberapa kasus pengguna awam sering mendapatkan app sudah terintall ketika pertama kali memakai. App ini bukan disemat vendor ponsel melainkan sengaja diinstall oleh penjual, dengan alasan membantu pembeli yang masih belum mengetahui cara menggunakan Android.
Android tidak sesulit yang dibayangkan, OS ini telah mempersiapkan keamanan sejak awal tanpa menuntut pengguna memasang app antivirus Android. Jadi, apa fungsi app Antivirus Android yang terpasang pada ponsel Anda?
Jika kalian gemar memasang app diluar Google Play dan sering menggunakan transer file melalui kabel data, perpindahan kartu memori, transfer bluettooth dan WiFi, app Antivirus memang sangat dibutuhkan. Aktifitas ini dikategorikan kontak langsung antar ponsel dimana kita tak mengetahui keamanan gadget yang terhubung.
Bagi saya, tanpa harus memasang antivirus Android dan berbagi file dengan pengguna lain, lebih aman mengirimkan file melalui Email ataupun share Cloudstorage. Trik ini lebih jitu menghindari kontak langsung dan fitur email (semisal GMail) sudah dilengkapi antivirus dan Malware.
Salah satu cara aman adalah tidak mengaktifkan ‘Unknown Source‘ yang mengizinkan pemasanganaplikasi non market Android (diluar Google Play Store). Jadi, ketika kita mendownload sebuah file baik melalui web ataupun Cloudstorage secara tak langsung mempersulit pergerakan Malware dan virus.





